Hikmah sebuah Perkara

by elvan syaputra

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk dan mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.

Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Semuanya tak pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak disekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yg dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yg semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak akan pernah dapat “terbang”. Mungkin kita perlu mengatakan : Saya memohon Kekuatan … Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat. Saya memohon Kebijakan … Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan. Saya memohon Kemakmuran … Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja. Saya memohon Keteguhan hati … Dan Tuhan member saya Bahaya untuk diatasi. Saya memohon Cinta … Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong. Saya memohon Kemurahan/kebaikan hati … Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan. Saya tidak memperoleh yg saya inginkan, saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan ………… Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti/mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, kenyataannya itulah yang terbaik untuk kita. Berserahlah senantiasa

Advertisements

4 Comments to “Hikmah sebuah Perkara”

  1. Terus terang saya juga sedikit banyak mulai belajar dari anda dari semua pengalaman hidup yang tertulis di tulisan tulisan anda.

  2. Salam Sahabat
    Terimakash, semoga bermanfaat

  3. Artinya kita dapat menulis pengalaman pribadi yang kita alami ke dalam bentuk tulisan, lalu menyimpannya ke dalam blog.

  4. Selama pengalaman itu bersifat positif dan bermanfaat kenapa tidak, yang pastinya hal itu bagi penulis diniatkan untuk berbagi pengalaman dan inspirasi dalam hidup dan tidak diniatkan untuk pamer serta kepada hal yang negatif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: