Silaturahim

by elvan syaputra

Membangun Peradaban Islam Dengan Silaturahim

Pada suatu ketika, Rasulullah SAW memberikan pertanyaan kepada para sahabat “Maukah kalian kuberitahu amal yang lebih baik dan besar pahalanya dari shalat dan puasa?” dan merekapun menjawab, “Ia Rasulullah tentu saja.” “Engkau damaikan orang-orang yang bertengkar,” jawab Rasulullah SAW. “Barang siapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan persaudaraan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salah satu kenikmatan dalam beribadah dijalan Allah adalah dengan menyambung tali silaturahim antar sesama, silaturahim yang dimaksud sangatlah luas maknanya, secara etimologi silaturahim tersusun dari dua kata silah yaitu, alaqah (hubungan) dan kata al-rahmi yaitu, Al-Qarabah (kerabat) atau dapat juga disebut mustauda Al-Janin yang artinya “rahim atau peranakan”. (Al-Munawwir, 1638, 1668) kata Al-Rahim mempunyai rumpun yang sama dengan kata Al-Rahmah yaitu dari kata rahima “menyayangi-mengasihi”. Jadi secara harfiyah Silaturahmi artinya “Menghubungkan tali kekerabatan, menghubungkan kasih sayang”

Islam sangat menghargai toleransi antar umat beragama, khususnya toleransi sosial dalam bentuk silaturahim, menjalin hubungan antar umat, perdamain dan persaudaraan adalah wujud dari silaturahim umat manusia, dan masih banyak lagi ibadah yang berbentuk silaturahim. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah janji Allah kepada orang-orang yang menjalankan silaturahim yaitu rizki yang tidak terputus. Umat manusia dianjurkan untuk saling berhubungan satu sama lain, karena manusia adalah mahluk sosial (madaniun bi-at thob’i) yang tidak mungkin untuk hidup berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain.

Fenomena silaturahim sangatlah dekat dalam lingkungan seorang muslim, saat ini, dengan majunya teknologi manusia dapat melakukan kegiatan apa saja tanpa ada batasan waktu ataupun jarak, adanya sarana telekomunikasi ada sarana internet sangatlah memberikan keefisienan dan efektifitas manusia dalam menjalankan berbagai kegiatan tak terkecuali silaturahim, namun dilain sisi, jalinan silaturahim tidak hanya cukup dengan adanya kemajuan teknologi saja, adanya pertemuan, saling berintegrasi dan berjabat tangan tetap menjadi hal yang sangat penting, hal ini dapat dilakukan pada waktu munasabat (occation) seperti Hari raya Idul Firti, Perayaan,peringatan dan masih banyak lagi munasabat yang bisa membuat sebuah pertemuan dan bertatap wajah.

Dengan adanya fasilitas ini ibadah silaturahim sangatlah mudah untuk dilakukan, baik dengan sanak saudara ataupun teman, namun perlu digaris bawahi bahwa, dengan adanya fasilitas instan ini haruslah dihadapi dengan sesuatu yang positif, diawali dengan niat dan tingkah laku dalam menggunakannya.

Keutamaan Silaturahim
Seperti yang telah dijelaskan Rasulullah dalam berbagai hadith tentang keutamaan Silaturahim diantaranya pertama ;Silaturahim merupakan salah satu tanda dan kewajiban iman, hal ini bermaksud bahwa hubungan antar sesama manusia yang dikemas berdasarkan adanya kasih sayang dan rasa persaudaraan menunjukan sebuah tanda keimanan sesorang, seperti hadith rasulullah : “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah bersilaturahmi.” (Mutafaqun ‘alaihi). Kedua ; Mendapatkan rahmat dan kebaikan dari Allah SWT (Allah menciptakan makhlukNya, ketika selesai menyempurnakannya, bangkitlah rahim dan berkata,”Ini tempat orang yang berlindung kepada Engkau dari pemutus rahim.” Allah menjawab, “Tidakkah engkau ridha, Aku sambung orang yang menyambungmu dan memutus orang yang memutusmu?” Dia menjawab,“Ya, wahai Rabb.” (Mutafaqun ‘alaihi). Ketiga ; Silaturahmi adalah salah satu sebab penting masuk surga dan dijauhkan dari api neraka “Dari Abu Ayub Al Anshari, beliau berkata, seorang berkata,”Wahai Rasulullah, beritahulah saya satu amalan yang dapat memasukkan saya ke dalam syurga.” Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab,“Menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya, menegakkan shalat, menunaikan zakat dan bersilaturahmi.”(Diriwayatkan oleh Jama’ah).

Bersilaturahim atau saling berhubungan antar sesama menunjukan sebuah proses aktif, dari sesuatu yang asalnya tidak tersambung atau lama berpisah, ibarat sesuatu yang terhimpun dalam satu kesatuan yang kemudian terceraiberai dan berantakan, menjadi sesuatu yang bersatu dan utuh kembali. dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, “Yang disebut bersilaturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus” (HR Bukhari).

Silaturahim merupakan wujud dari tradisi kebudayaan Islam, dengan adanya hubungan kerabat ataupun saudara dilandasi oleh keimanan serta ibadah kepada Allah maka, tradisi-tradisi inilah yang menggantarkan kepada kejayaan Islam. Ukhuwah Islamiyah antar sesama manusia akan semakin kokoh, saling menghargai dan menghormati satu sama lain akan berjalan dengan baik, inilah petanda bahwa tradisi silaturahim dalam Islam adalah bentuk dari sebuah kebudayaan yang harus terus kita pupuk dan lestarikan sebagai awal dari sebuah peradaban Islam. Peradaban manusia akan semakin berkembang dengan majunya zaman, namun peradaban Islam akan berkembang dengan berjalannya tradisi-tradisi keislaman yang sejatinya adalah syimbol dari kejayaan Islam.

Relevansi Silaturahim
Relevansi silaturahim terhadap pembangunan nilai-nilai kemanusiaan kesejahteraan dan kebudayaan Islam saat ini sangat dibutuhkan untuk membangun sebuah peradaban Islam. Adanya wujud silaturahim adalah salah satu bagian penting dalam sebuah peradaban, karena silaturhim adalah bentuk dari toleransi sosial antar sesama manusia.

Saat ini, aktivitas silaturahim menjadi sebuah ritualitas dan melupakan spiritualitas. Yang kemudian lingkunganlah menjadi korban yang harus dikondisikan mengingat sikap individualism masyarkat yang semakin menjadi-jadi terutama di masyarakat perkotaan, telah menyebar keberbagai sendi kehidupan. Hal ini terindikasi dengan adanya sikap tidak ingin tahu, sikap keinginan hidup sendiri dan sikap anti sosial masyarakat yang selama ini menghantui lingkungan masyarakat, khusunya masyarakat perkotaan yang tersentuh dengan kemajuan zaman modern.

Segala lini baik sosial maupun non sosial pastilah pernah melakukan silaturahim, akan tetapi mengapa di antara orang-orang itu masih saja terjadi pertentangan, perselisihan, konflik, bahkan sebuah kejahatan? dalam hal ini masyarakat masih belum bisa untuk terbuka menerima pemikiran orang lain, dalam usaha menyelesaikan berbagai perbedaan yang menyimpan potensi konflik, adanya ketidaksamaan pemikiran, metode, dan cara berpikir diarahkan pada bagaimana segala perbedaan dikompromikan hingga berbagai pihak merasakan keadilan. Dan keadilan itu dadasarkan pada dua pedoman hidup manusia; al-Qur’an dan Sunnah Rasul.

Umat Islam memiliki banyak agenda silaturahim, bila silaturahim berbasis ibadah ritual fungsinya diperluas ke ranah sosial, maka kekuatan silatruhim dan ukhuwah Islamiyah ini akan sanggup mengubah keterpurukan umat Islam dan pada gilirannya menjadi point utama membangun peradaban Islam.

Peradaban Islam dibangun atas dasar pemikiran bahwa Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, agama bagi seluruh umat manusia, agama yang diberkati oleh Allah SWT bagi umat manusia dimuka bumi ini, maka ukhuwah Islamiyah adalah tradisi Islam yang harus dikembangkan untuk menciptakan Islam yang rahmatan lil’alamin bagi seluruh umat manusia.

Wujud dari eksistensi sebuah peradaban adalah dengan adanya hubungan, dan rasa memiliki keimanan kepada Islam yang akan memupuk rasa solidaritas antar sesama umat islam. Dengan ini, ukhuwah islamiyah akan tercipta dan manusia akan saling memiliki hubungan dan interaksi sosial yang baik, memupuk sebuah tradisi Islam yang sejatinya adalah betuk dari kemajuan umat islam dan kemajuan Peradaban Islam dimuka bumi ini.

Dilain sisi ada beberapa point penting sekiranya dapat memberikan makna dari sebuah Silaturahim dalam eksistensinya membangun peradaban Islam;

Pertama : Silaturhim sebagai ibadah dalam bentuk sosial masyarakat yang pastinya akan membentuk sebuah ukhuwah Islamiyah antar sesama manusia.

Kedua : Silaturahim sebagai tauladan Rasulullah dalam mengantarkan kejayaan umat Islam dimuka bumi ini.

Ketiga : Silaturahim adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT.

Keempat : Silaturahim selain adalah ibadah juga merupakan tradisi kebudyaan Islam yang harus dilestarikan penerapannya.

Membangun peradaban Islam tidak mesti dimulai dari hal yang besar, namun dengan menerapkan silaturahim dan menguatkan tali persaudaraan antar sesama muslim adalah awal dari terciptanya nilai-nilai peradaban islam. Maka, sebagai kesimpulan perlu bagi umat Islam untuk memahami hakekat dan keutamaan ibadah Silaturahim diatas, agar ibadah yang dilakukan benar-benar menjadi sebuah uswah atau tauladan umat manusia dalam rangka menegakan nilai-nilai keislam dan membangun peradaban Islam yang bermartabat./elvan’s corner

Advertisements

One Comment to “Silaturahim”

  1. assalamualaikum…
    salam silaturahim ….nice post..
    kalo bisa silaturahim ke blog ana ya luckyafiefah.wordpress.com 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: